Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis-Jenis Lalat yang Umum di Lingkungan Manusia

Lalat adalah serangga dari ordo Diptera yang memiliki satu pasang sayap dan termasuk salah satu hama kesehatan paling penting. Lalat sangat mudah ditemukan di lingkungan manusia karena tertarik pada bau makanan, sampah, kotoran, dan bahan organik yang membusuk.

Daftar Isi
    

A. Lalat Rumah (Housefly – Musca domestica)


Ciri-ciri

1. Ukuran: 5–8 mm
2. Warna abu-abu dengan 4 garis gelap pada toraks
3. Mata besar berwarna merah
4. Terbang cepat dan sering hinggap di makanan

Habitat

1. Tempat kotor: sampah, limbah organik, kotoran hewan
2. Dapur, restoran, pasar, kandang

Bahaya

1. Membawa bakteri SalmonellaE. coli, penyebab diare & food poisoning
2. Menyebarkan kuman melalui kaki & organ mulut

B. Lalat Hijau / Lalat Bangkai (Blowfly – Lucilia sericataChrysomya spp.)


Ciri-ciri

1. Ukuran: 10–14 mm
2. Warna: hijau metalik atau biru metalik berkilau
3. Terbang cepat, sering berada dekat bangkai

Habitat

1. Bangkai hewan
2. Tempat sampah
3. Limbah organik busuk

Bahaya

1. Menyebabkan infestasi larva (myiasis)
2. Menyebarkan bakteri dari daging busuk ke makanan manusia

C. Lalat Daging / Flesh Fly (Sarcophaga spp.)

Ciri-ciri

1. Ukuran: 12–18 mm
2. Tubuh abu-abu gelap dengan pola kotak-kotak di punggung
3. Mata merah besar
4. Tidak bertelur, tetapi melahirkan larva hidup

Habitat

1. Bangkai, daging busuk
2. Tempat sampah
3. Kotoran hewan

Bahaya

1. Menularkan penyakit dari bahan busuk
2. Larva dapat menyebabkan infeksi jaringan pada manusia (myiasis ringan)

D. Lalat Buah (Fruit Fly – Drosophila melanogaster)

Ciri-ciri

1. Sangat kecil: 2–3 mm
2. Warna kuning kecoklatan, mata merah
3. Suka terbang mengitari buah dan minuman manis

Habitat

1. Buah matang/busuk
2. Dapur, restoran, tempat jus
3. Sampah organik

Bahaya

1. Kontaminasi makanan
2. Menyebarkan ragi & bakteri fermentasi
3. Mengganggu area produksi makanan

E. Lalat Drainase / Lalat Got (Drain Fly – Psychodidae)

Ciri-ciri

1. Ukuran: 1.5–5 mm
2. Tubuh berambut, bentuk seperti ngengat kecil
3. Terbang pendek dan bergerak lambat

Habitat

1. Saluran air kotor
2. Wastafel, kamar mandi, pembuangan AC
3. Pipa yang berlumut dan lembap

Bahaya

1. Menandakan kebersihan drainase buruk
2. Bisa memicu alergi bila populasinya banyak

F. Lalat Pasir (Sand Fly – Phlebotomus spp.)

Ciri-ciri

1. Sangat kecil (1.5–3.5 mm)
2. Tubuh berwarna pucat
3. Mengisap darah (khusus betina)

Habitat

- Daerah lembap: hutan, tanah, lubang hewan

Bahaya

- Penular penyakit serius: Leishmaniasis (di beberapa negara tropis)

2. Biologi Lalat

Struktur Tubuh

Kepala         : antena, mata majemuk, mulut proboscis
Toraks         : tempat kaki dan sayap
Abdomen    : organ reproduksi dan pencernaan
Sayap membran tipis, membuat lalat dapat bermanuver dengan lincah

Kemampuan Khusus

a. Mata majemuk memberi penglihatan ekstrem luas
b. Reaksi cepat → sulit ditangkap
c. Mampu hinggap di permukaan vertikal menggunakan bantalan lengket di kakinya

3. Siklus Hidup Lalat

Telur → Larva (belatung) → Pupa → Dewasa

  • Telur menetas dalam 12–24 jam
  • Larva makan bahan organik busuk
  • Fase pupa terjadi di tanah atau media kering
  • Lalat dewasa hidup 2–4 minggu

Total siklus: 7–14 hari, tergantung jenis & suhu lingkungan.


4. Habitat dan Perilaku Lalat

Lalat menyukai    = Tempat lembap,sampah terbuka, kotoran hewan, limbah organik, makanan manusia

Perilaku umum    = Sering hinggap pada makanan, tertarik oleh bau fermentasi, gula, dan protein, menggosok kaki untuk membersihkan sensor

5. Risiko Kesehatan dari Lalat

Lalat dapat menyebabkan :

a. Diare, kolera
b. Tifoid (demam tifus)
c. Disentri
d. Keracunan makanan
e. Infeksi bakteri (E. coliSalmonella)
f. Myiasis (larva masuk ke luka atau jaringan tubuh)

6. Cara Pencegahan Lalat

a. Tutup rapat tempat sampah
b. Bersihkan saluran air & got
c. Tutup makanan
d. Pasang kelambu atau tirai udara (air curtain)
e. Gunakan perangkap UV lamp / fly trap
f. Lakukan penyemprotan atau fogging oleh pest control profesional

Penutup

Lalat merupakan salah satu hama yang memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat dan berpotensi besar menularkan berbagai penyakit. Melalui pemahaman mengenai ciri-ciri, habitat, siklus hidup, serta dampaknya, kita dapat lebih waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pengendalian lalat harus dilakukan secara terpadu, mulai dari sanitasi, manajemen sampah, penggunaan alat pengendalian non-kimia, hingga strategi pencegahan di rumah dan tempat usaha. Dengan langkah-langkah yang tepat dan konsisten, keberadaan lalat dapat ditekan sehingga kesehatan masyarakat tetap terlindungi. Semoga artikel ini membantu meningkatkan kesadaran dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan bebas hama.


PENTING
>>Cara Basmi Lalat


DAFTAR ISI

 

Memuat…