Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI)
Berikut penjelasan tentang sejarah terbentuknya ASPPHAMI (Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia) di Indonesia kapan, kenapa, dan bagaimana ia muncul.
Latar Belakang & Awal Pembentukan ASPPHAMI
-
ASPPHAMI didirikan pada tanggal 6 Februari 1973 di Jakarta.
-
Organisasi ini dibentuk untuk menjadi wadah resmi bagi perusahaan-perusahaan pest control profesional di seluruh Indonesia. Dengan demikian, ASPPHAMI menggabungkan pelaku usaha pengendalian hama agar memiliki standar bersama, kode etik, dan mekanisme kolaborasi.
-
Salah satu pemrakarsa awal berdirinya ASPPHAMI adalah Bapak Drs. Darmawan bersama Bapak Wilman Pangabean.
-
Nama awalnya disebut “Ikatan Pengusaha Pemberantas Hama Indonesia” sebelum kemudian menggunakan nama ASPPHAMI.
Tujuan dan Peran ASPPHAMI
ASPPHAMI hadir dengan beberapa tujuan dan fungsi penting :
-
Memberi wadah untuk perusahaan pest control profesional, sehingga ada standar layanan, etika, dan verifikasi anggota.
-
Menjalin kolaborasi antara pelaku usaha, regulator (pemerintah), dan masyarakat untuk praktik pengendalian hama yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.
-
Menyediakan pelatihan, sertifikasi, dan edukasi tentang pengendalian vektor & hama permukiman — untuk meningkatkan profesionalisme di sektor pest control.
-
Mendukung regulasi dan standar sehingga perusahaan pengendalian hama menjalankan tugas dengan benar — terutama untuk hama yang berpotensi membawa penyakit, serta hama terhadap bangunan, komoditas, dan permukiman.
Perkembangan Hingga Saat Ini
-
Sejak berdiri pada 1973, ASPPHAMI telah berkembang pesat sekarang memiliki banyak anggota di berbagai provinsi (terdiri dari banyak DPD).
-
ASPPHAMI terus menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, khususnya dalam upaya pengendalian hama dan karantina/pencegahan vektor penyakit.
-
Setiap perusahaan anggota diharapkan memenuhi standar serta kode etik agar penanganan hama dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab ini penting agar tindakan “pest control” tidak justru menimbulkan risiko kesehatan atau lingkungan.
Mengapa ASPPHAMI Penting di Indonesia
-
Karena Indonesia memiliki banyak wilayah tropis, kondisi iklim serta lingkungan permukiman yang memungkinkan hama dan vektor berkembang. Organisasi seperti ASPPHAMI membantu memastikan kontrol dan pengendalian hama dilakukan dengan baik.
-
ASPPHAMI menjadi mediator antara perusahaan, regulator, dan masyarakat: memastikan standar layanan, edukasi, serta tindakan yang aman — bukan tindakan sembarangan.
-
Dengan adanya asosiasi resmi, masyarakat bisa lebih mudah mengenali layanan profesional dan menghindari perusahaan “abal-abal” yang bisa saja menggunakan cara tidak aman.