Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis-Jenis Tikus yang Umum di Temukan

Tikus adalah hewan pengerat (ordo Rodentia) yang sangat adaptif dan mampu hidup di berbagai lingkungan, terutama yang dekat dengan aktivitas manusia. Tikus memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat dan menjadi salah satu hama paling merugikan di sektor kesehatan, pertanian, hingga industri.

Daftar Isi

1. Tikus Rumah (House Mouse – Mus musculus)

Jenis tikus kecil yang paling sering ditemukan di dalam rumah

Ciri-ciri

- Ukuran tubuh 6–9 cm (tidak termasuk ekor)
- Warna abu-abu kecoklatan
- Ekor hampir sama panjang dengan tubuh
- Bentuk tubuh kecil dan lincah

Biologi

- Masa kehamilan 19–21 hari
- Melahirkan 5–10 anak per kelahiran, hingga 10 kali/tahun
- Umur hidup ±1 tahun

Habitat

- Dapur, gudang, plafon rumah, sela furnitur
- Dekat sumber makanan manusia

Kebiasaan

- Nocturnal (aktif malam hari)
- Menggerogoti makanan, kemasan plastik, kabel
- Pandai memanjat dan melompat

Risiko bagi manusia

- Menyebarkan bakteri Salmonella
- Kontaminasi bahan makanan
- Merusak peralatan & kabel → risiko kebakaran

2. Tikus Atap (Roof Rat – Rattus rattus)

Banyak ditemukan di bangunan bertingkat dan gudang

Ciri-ciri

- Tubuh ramping, ekor lebih panjang dari badan
- Warna hitam kecoklatan
- Telinga lebih besar dibanding tikus rumah

Biologi

- Masa kehamilan 21–23 hari
- Jumlah anak 5–8 per kelahiran
- Umur hidup ±1,5 tahun

Habitat

- Plafon, loteng, pohon, kabel, atap rumah
- Lebih suka tempat tinggi dan kering

Kebiasaan

- Pemanjat yang sangat baik
- Bergerak cepat dan sulit ditangkap
- Mencuri makanan di dapur/penyimpanan

Risiko bagi manusia

- Vektor penyakit seperti Leptospirosis
- Mengkontaminasi barang & makanan
- Potensi penularan pes (plague) melalui kutunya

3. Tikus Got (Norway Rat – Rattus norvegicus)

Jenis terbesar dan sering hidup di area kotor

Ciri-ciri

- Tubuh besar dan gemuk (20–25 cm tanpa ekor)
- Warna coklat kusam
- Ekor lebih pendek dari tubuh

Biologi

- Masa kehamilan 22–24 hari
- 6–12 anak/kelahiran dengan 7–8 kali/tahun
- Umur hidup sekitar 1–3 tahun

Habitat

- Got, selokan, pasar, tempat sampah
- Lebih suka tempat lembap & dekat air

Kebiasaan

- Perenang dan penggali yang handal
- Memakan bahan sisa, bangkai, sampah
- Masuk ke rumah lewat lubang atau pipa saluran

Risiko bagi manusia

- Pembawa Leptospira penyebab Leptospirosis
- Potensi penyebaran Hantavirus & Salmonella
- Merusak struktur bangunan dan menggerogoti pipa

Risiko Kesehatan dan Dampak pada Manusia

Penyakit :

1. Leptospirosis (melalui urin tikus di genangan air)

2. Salmonellosis, Hantavirus, Pes/Bubonic Plague

3. Infeksi kulit bila tergigit

4. Kontaminasi makanan dan permukaan dapur

5. Merusak barang, kabel, jaringan listrik (bahaya kebakaran)

6. Merusak properti, pipa, pintu, dan bahan bangunan

7. Menurunkan kualitas sanitasi rumah dan lingkungan

Penutup

Tikus adalah salah satu hama yang paling adaptif dan sulit dikendalikan apabila tidak ditangani secara menyeluruh. Dengan memahami biologi, perilaku, dan siklus hidupnya, kita dapat menerapkan strategi pengendalian yang lebih efektif dan aman. Pengendalian tikus yang sukses membutuhkan kombinasi sanitasi, perbaikan lingkungan, penggunaan perangkap, serta dukungan tenaga pest control profesional. Dengan langkah yang tepat, risiko penyakit, kerusakan, dan kerugian akibat tikus dapat ditekan secara signifikan.


PENTING
>> Cara Basmi Tikus Paling Ampuh

DAFTAR ISI

 

Memuat…