Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biologi Walang Sangit - Hama Pertanian


Daftar Isi
Walang sangit adalah
sejenis serangga hama tanaman padi yang termasuk dalam famili Alydidae, dikenal karena bau menyengat yang dikeluarkannya ketika merasa terganggu. Serangga ini menyerang bulir padi pada fase pengisian, mengisap cairan bulir sehingga menyebabkan bulir menjadi hampa, keriput, atau kualitas gabah menurun. Walang sangit merupakan salah satu hama penting pada pertanian padi di Indonesia dan sering muncul menjelang masa panen.

Ciri-Ciri Walang Sangit

Walang sangit (Leptocorisa oratorius) adalah serangga hama dari famili Alydidae yang sangat dikenal petani padi. Ciri-cirinya:

a. Bentuk dan ukuran

  • Tubuh ramping, panjang sekitar 1–2 cm.

  • Berwarna cokelat tua hingga kecokelatan kehijauan.

  • Memiliki tubuh pipih memanjang.

b. Bau khas

  • Ketika terganggu, serangga ini mengeluarkan bau menyengat (sangit), sebagai mekanisme pertahanan.

c. Alat mulut

  • Memiliki alat mulut tipe pencucuk-pengisap (stylus) untuk mengisap cairan bulir padi.

d. Perilaku

  • Aktif di pagi dan sore hari.

  • Sering ditemukan bergerombol pada malai padi menjelang panen.


Habitat Walang Sangit

Walang sangit umumnya ditemukan pada:

  • Lahan sawah padi, terutama padi fase pengisian bulir.

  • Rumput-rumputan di sekitar pematang sawah.

  • Tanaman liar seperti teki dan semak-semak yang berada di pinggir areal pertanian.

  • Dapat bertahan pada musim kemarau, bersembunyi pada semak dan gulma hingga musim tanam berikutnya.


Siklus Hidup Walang Sangit

Siklus hidupnya termasuk metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola), terdiri dari:

a. Telur

  • Diletakkan berkelompok pada daun padi atau gulma.

  • Berbentuk oval dan disusun rapi, warna putih kekuningan.

  • Masa inkubasi 4–7 hari.

b. Nimfa

  • Mengalami 5 instar.

  • Belum memiliki sayap sempurna, tetapi bentuk tubuh mirip dewasa.

  • Stadium ini berlangsung 14–20 hari.

c. Dewasa (Imago)

  • Hidup 30–45 hari.

  • Mulai menyerang bulir padi pada fase masak susu hingga masak penuh.

  • Dapat berkembang biak dengan cepat ketika populasi tinggi.


Dampak Walang Sangit Terhadap Pertanian

Hama ini terutama menyerang tanaman padi dan menimbulkan:

a. Pengisian bulir tidak sempurna

  • Cairan bulir padi diisap sehingga bulir menjadi hampa atau keriput.

b. Penurunan kualitas gabah

  • Beras menjadi pecah, ringan, berkapur, atau warnanya belang.

c. Penurunan hasil panen

  • Serangan berat dapat menurunkan produksi 5–50%, bahkan lebih jika tidak dikendalikan.

d. Bau tidak sedap pada gabah

  • Serangan parah dapat memengaruhi aroma gabah akibat cairan yang dikeluarkan walang sangit.


Metode Pengendalian Walang Sangit

Pengendalian dilakukan secara terpadu (PHT), meliputi:

A. Pengendalian Kultur Teknik

  1. Tanam serempak dalam satu wilayah untuk memutus siklus hidup hama.

  2. Pengaturan jarak tanam agar sawah tidak terlalu rimbun.

  3. Sanitasi lahan dengan membersihkan gulma di pematang dan sekitar sawah.

  4. Pengolahan tanah setelah panen untuk mematikan telur atau nimfa yang tersisa.

  5. Varietas padi tahan hama bila tersedia.

B. Pengendalian Mekanis

  1. Menangkap walang sangit secara manual, terutama saat populasi masih rendah.

  2. Menggunakan jaring perangkap atau lampu perangkap pada malam hari.

C. Pengendalian Hayati

  1. Musuh alami, seperti:

    • Laba-laba

    • Kepik predator Eocanthecona furcellata

    • Burung pemakan serangga

  2. Mengurangi penggunaan pestisida agar predator tetap hidup.

D. Pengendalian Kimiawi (Jika Terpaksa)

  • Digunakan ketika populasi melampaui ambang ekonomi.

  • Gunakan insektisida berbahan aktif yang direkomendasikan pemerintah, seperti:

    • Deltametrin

    • Lamda-sihalotrin

    • Fipronil (dengan kehati-hatian)

  • Penyemprotan dilakukan pada fase padi berbunga hingga pengisian bulir, dengan nozel halus agar tepat sasaran.

  • Ikuti aturan label, gunakan APD lengkap, dan hindari penyemprotan berlebihan.


Penutup 

Walang sangit merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat merugikan petani bila tidak dikendalikan sejak dini. Dengan memahami ciri-ciri, habitat, dan siklus hidupnya, petani dapat melakukan langkah pengendalian yang lebih efektif. Pengendalian terpadu yang meliputi sanitasi lahan, tanam serempak, pelestarian musuh alami, dan penggunaan insektisida secara bijak merupakan kunci untuk menekan populasi walang sangit dan menjaga produktivitas tanaman padi.

DAFTAR ISI

 

Memuat…