Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biologi Belalang - Hama Pertanian

 

Daftar Isi

1. Ciri-Ciri Belalang

Belalang adalah serangga pemakan daun dari ordo Orthoptera, termasuk hama penting pada tanaman pangan.

a. Bentuk dan ukuran

  • Tubuh memanjang, ukuran bervariasi 2–10 cm tergantung spesies.

  • Warna hijau, cokelat, atau campuran—berfungsi sebagai kamuflase.

b. Kaki loncat kuat

  • Sepasang kaki belakang panjang dan kuat untuk melompat jauh.

c. Sayap

  • Memiliki dua pasang sayap, sayap luar keras dan sayap dalam tipis untuk terbang.

d. Mulut tipe pengunyah

  • Digunakan untuk memakan daun, batang muda, atau tanaman hijau lainnya.

e. Perilaku

  • Aktif pada siang hari (diurnal).

  • Ketika populasi tinggi, beberapa spesies dapat membentuk gregari (bergerombol), seperti belalang kembara.


2. Habitat Belalang

Belalang dapat ditemukan pada berbagai lingkungan, terutama:

  • Lahan pertanian: jagung, padi, kedelai, sayuran.

  • Padang rumput dan savana.

  • Semak belukar dan tepi hutan.

  • Tanaman ilalang dan rumput liar, sebagai tempat bertelur dan mencari makan.

Belalang menyukai area:

  • Kering dan hangat.

  • Tanaman muda yang hijau dan lunak.

  • Lahan yang tidak dikelola atau dipenuhi gulma.


3. Siklus Hidup Belalang

Belalang mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola).

a. Telur

  • Diletakkan dalam tanah atau di bawah tumbuhan.

  • Telur disatukan dalam kumpulan (pods).

  • Lama penetasan 2–6 minggu, tergantung kelembapan.

b. Nimfa

  • Berbentuk seperti belalang mini tanpa sayap.

  • Mengalami pergantian kulit 4–6 kali.

  • Masa nimfa 25–50 hari.

c. Dewasa

  • Memiliki sayap lengkap, siap makan dan berkembang biak.

  • Umur belalang dewasa 2–3 bulan.

  • Pada kondisi tertentu, populasi bisa “meledak” dan membentuk kawanan besar.


4. Dampak Belalang Terhadap Pertanian

Belalang merupakan hama penting yang dapat menimbulkan kerusakan serius:

a. Merusak daun tanaman

  • Belalang mengunyah daun hingga tersisa tulang daun saja.

  • Tanaman menjadi kerdil dan pertumbuhannya terhambat.

b. Menyerang batang dan pucuk muda

  • Mengurangi fotosintesis dan memperlambat pertumbuhan.

c. Populasi tinggi = kerusakan parah

  • Kawanan belalang dapat menghancurkan lahan luas dalam waktu singkat.

  • Belalang kembara dapat menyebabkan gagal panen bila tidak ditangani.

d. Menyerang banyak tanaman

  • Jagung, kedelai, padi, sorgum, sayuran, rumput pakan ternak, hingga pohon muda.


5. Metode Pengendalian Belalang

Pengendalian dilakukan secara PHT (Pengendalian Hama Terpadu).

A. Pengendalian Kultur Teknik

  1. Pengolahan tanah setelah panen untuk menghancurkan telur.

  2. Sanitasi lahan: bersihkan gulma sebagai tempat persembunyian.

  3. Tanam serempak untuk memutus siklus hama.

  4. Rotasi tanaman agar belalang tidak menetap di satu jenis inang.

  5. Perbaikan drainase, karena belalang menyukai tempat kering dan banyak rumput liar.

B. Pengendalian Mekanis

  1. Menangkap belalang secara manual saat populasi masih kecil.

  2. Menggunakan jaring perangkap atau lampu perangkap pada malam hari.

  3. Memasang barrier plastik untuk menghalangi pergerakan nimfa.

C. Pengendalian Hayati

  1. Memanfaatkan musuh alami:

    • Burung pemakan serangga

    • Katak

    • Laba-laba

    • Serangga predator seperti Mantodea

  2. Mengaplikasikan jamur entomopatogen seperti:

    • Metarhizium anisopliae

    • Beauveria bassiana

D. Pengendalian Kimiawi (Jika Ambang Batas Terlampaui)

Gunakan insektisida hanya bila serangan berat.

Bahan aktif yang sering digunakan:

  • Deltametrin

  • Lambda-sihalotrin

  • Fipronil

  • Emamektin benzoat

  • Klorpirifos (mulai dibatasi di banyak daerah, gunakan sesuai regulasi)

Penting:

  • Gunakan APD lengkap.

  • Ikuti dosis dan aturan label.

  • Semprotkan pada pagi/sore hari saat belalang aktif.

  • Lakukan rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi.


Penutup 

Belalang adalah hama polifag yang dapat merusak berbagai jenis tanaman dan menyebabkan kerugian besar bagi petani, terutama ketika populasinya meningkat drastis. Dengan memahami ciri-ciri, habitat, dan siklus hidupnya, petani dapat melakukan pengendalian sedini mungkin. Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)—mulai dari sanitasi lahan, pengolahan tanah, pelestarian musuh alami, hingga penggunaan insektisida secara bijak—merupakan strategi terbaik untuk menekan populasi belalang dan menjaga produksi pertanian tetap optimal.

DAFTAR ISI

 

Memuat…