Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biologi Wereng - Hama Pertanian

 

Daftar Isi

Ciri-Ciri Wereng

Wereng adalah hama kecil pengisap cairan tanaman dari ordo Hemiptera. Terdapat beberapa jenis wereng, seperti wereng cokelat (Nilaparvata lugens) dan wereng hijau (Nephotettix spp.), yang menjadi hama utama padi.

a. Ukuran dan bentuk tubuh

  • Tubuh kecil, panjang 2–4 mm.

  • Bentuk ramping atau oval, tergantung jenisnya.

b. Warna tubuh

  • Wereng cokelat: cokelat kehitaman.

  • Wereng hijau: hijau terang kekuningan.

c. Tipe mulut

  • Penusuk-pengisap, digunakan untuk mengisap cairan floem batang dan daun padi.

d. Tipe sayap

  • Ada yang bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakiptera).

  • Sayap panjang berfungsi untuk migrasi atau perpindahan antarlahan.

e. Perilaku

  • Menyukai bagian pangkal rumpun padi.

  • Populasi dapat meningkat pesat dalam kondisi lembab dan banyak sumber makanan.


Habitat Wereng

Wereng terutama ditemukan pada:

  • Lahan sawah padi, terutama pada musim hujan atau lembab.

  • Area dengan tanaman padi yang rimbun, karena kelembapan tinggi mendukung perkembangannya.

  • Tanaman liar, rumput dan genangan di sekitar sawah sebagai tempat bertahan hidup.

  • Padi varietas rentan atau tanaman padi dengan pemupukan nitrogen tinggi.


Siklus Hidup Wereng

Wereng mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola): telur → nimfa → dewasa.

a. Telur

  • Telur diletakkan di dalam jaringan daun atau pelepah.

  • Bentuk memanjang, kecil, transparan.

  • Masa inkubasi 7–10 hari.

b. Nimfa

  • Tidak bersayap, bentuk mirip dewasa.

  • Mengalami 5 instar.

  • Stadium nimfa berlangsung 10–14 hari.

c. Imago (Dewasa)

  • Umur dewasa 15–30 hari.

  • Betina dapat menghasilkan 200–300 telur selama hidupnya.

  • Populasi dapat meningkat 3–5 kali lipat dalam waktu singkat.


Dampak Wereng Terhadap Pertanian

a. Menghisap cairan batang padi

  • Tanaman menjadi kering, menguning, dan mati.

  • Serangan parah menyebabkan hopperburn (daun dan batang mengering seperti terbakar).

b. Menurunkan produktivitas gabah

  • Rumpun mati sebelum bulir terisi, menyebabkan penurunan hasil panen signifikan.

c. Menjadi vektor virus

Terutama wereng hijau yang membawa:

  • Rice Tungro Virus (RTV)

  • Penyakit ini menyebabkan daun kuning, tanaman kerdil, malai kosong, dan gagal panen.

d. Serangan sistemik

  • Pada populasi tinggi, pertanaman dapat rusak 100% dalam hitungan hari.


Metode Pengendalian Wereng

Pengendalian harus dilakukan secara PHT (Pengendalian Hama Terpadu) agar efektif dan aman.

A. Pengendalian Kultur Teknik

  1. Tanam serempak untuk memutus siklus hama.

  2. Sanitasi lahan: buang gulma di pematang dan sekitar sawah.

  3. Mengurangi pemupukan nitrogen berlebih, karena membuat tanaman lebih disukai wereng.

  4. Rotasi varietas dengan varietas tahan wereng.

  5. Pengeringan lahan sementara jika memungkinkan untuk menurunkan populasi.

B. Pengendalian Mekanis

  1. Perangkap lampu untuk memonitor populasi wereng dewasa.

  2. Perangkap kuning untuk menangkap wereng yang tertarik warna mencolok.

C. Pengendalian Hayati

  1. Memanfaatkan musuh alami, seperti:

    • Laba-laba

    • Kepik Cyrtorhinus lividipennis

    • Capung

  2. Menggunakan agen hayati:

    • Metarhizium anisopliae

    • Beauveria bassiana

D. Pengendalian Kimiawi (Jika Populasi Tinggi)

Gunakan pestisida hanya bila populasi di atas ambang ekonomi.

Bahan aktif umum:

  • Imidakloprid

  • Tiametoksam

  • Dinotefuran

  • Fipronil

  • Buprofesin (spesifik untuk nimfa)

Panduan keamanan:

  • Gunakan APD lengkap.

  • Ikuti dosis label.

  • Hindari pencampuran sembarangan.

  • Rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi.


Penutup

Wereng adalah hama penting yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada tanaman padi, terutama karena kemampuannya berkembang biak cepat dan menularkan virus. Dengan memahami ciri-ciri, habitat, dan siklus hidupnya, petani dapat melakukan tindakan pencegahan serta pengendalian yang tepat. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), seperti penggunaan varietas tahan, pengurangan nitrogen, pelestarian musuh alami, serta penggunaan insektisida secara bijak, menjadi kunci dalam menjaga tanaman padi tetap sehat dan produktif.

DAFTAR ISI

 

Memuat…