Ular Welang dan Weling adalah Ular Berbahaya yang Perlu Kita Waspadai

Pendahuluan
Ular welang dan ular weling merupakan dua jenis ular berbisa tinggi yang sering ditemukan di Indonesia dan kerap masuk ke kawasan pemukiman, terutama saat musim hujan. Kedua ular ini dikenal memiliki bisa neurotoksik mematikan yang dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan pernapasan, hingga kematian apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis berupa antivenom.
Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan ular welang dan weling, tingkat bahayanya, serta peran ekologisnya, sering kali berujung pada kepanikan berlebihan atau tindakan pembunuhan yang tidak perlu. Padahal, selain berbahaya bagi manusia, kedua ular ini juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui artikel edukasi ini, pembaca akan memperoleh informasi lengkap mengenai status bisa ular welang dan weling, biologi, habitat, perilaku, serta pandangan tim biologi dan konservasi, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa mengabaikan aspek pelestarian satwa liar.
Ular Welang dan Weling berbisa atau Tidak?
Jenis Ular Status Bisa Tingkat Bahaya
1. Ular Welang (Bungarus fasciatus) Berbisa Sangat berbahaya
2. Ular Weling (Bungarus candidus) Berbisa Sangat berbahaya
(Bisa kedua ular ini bersifat neurotoksik, menyerang sistem saraf pusat dan otot pernapasan)
Biologi Lengkap Ular Welang dan Weling
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Elapidae
Genus : Bungarus
Ciri Fisik Utama
Ular Welang (Bungarus fasciatus)
Warna tubuh : kuning dan hitam melingkar lebar
▪️Panjang 1,5 – 2 meter
▪️Kepala kecil, tidak segitiga
▪️Tubuh relatif besar
Ular Weling (Bungarus candidus)
Warna tubuh : hitam dengan garis putih sempit
▪️Panjang 1 – 1,8 meter
▪️Lebih ramping dan gesit
▪️Pola garis lebih rapat
Jenis Bisa & Efek Medis
Jenis bisa Neurotoksin
Efek utama :
▪️ Kelumpuhan otot
▪️ Gangguan menelan
▪️ Sesak napas
▪️ Henti napas (fatal tanpa antivenom)
(Gigitan sering tidak menimbulkan rasa sakit hebat, sehingga korban sering terlambat mencari pertolongan)
Habitat & Persebaran
1. Sawah
2. Kebun
3. Tumpukan kayu
4. Selokan
5. Pemukiman dekat lahan basah
Persebaran luas
1. Jawa
2. Sumatra
3. Bali
4. Kalimantan
5. Sulawesi
Prilaku
1. Nokturnal (aktif malam hari)
2. Tidak agresif
3. Akan menggigit bila terinjak atau terancam
4. Sering masuk rumah saat hujan atau banjir
Makanan
1. Ular kecil
2. Kadal
3. Katak
4. Tikus (tidak langsung, tapi melalui rantai makanan)
Pandangan Tim Biologi & Konservasi
Pandangan Biologi
▪️ Ular welang dan weling adalah predator puncak mikro
▪️ Membantu mengontrol populasi reptil kecil dan amfibi
▪️ Indikator kesehatan ekosistem alami
Pandangan Konservasi
Menurut pandangan tim konservasi adalah ular bukan hama, tetapi satwa liar yang memiliki peran penting dialam.
Konflik dengan manusia meningkat akibat :
▪️ Alih fungsi lahan
▪️ Perusakan habitat
▪️ Urbanisasi
Pendekatan yang disarankan
1. Edukasi masyarakat
2. Evakuasi ular oleh petugas berkompeten
3. Tidak membunuh ular sembarangan
Kesimpulan
Ular welang dan weling adalah ular berbisa mematikan, gigitan memerlukan penanganan medis cepat dan antivenom. Ular memiliki peran ekologis penting dialam, edukasi lebih efektif daripada pemusnahan.