Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspada Kelabang! Hama Berbisa yang Aktif di Rumah Saat Musim Hujan

Kelabang (lipan) adalah hewan arthropoda dari kelas Chilopoda yang memiliki tubuh memanjang dan pipih, terdiri dari banyak ruas, serta satu pasang kaki pada setiap ruas tubuhnya. Kelabang dikenal sebagai hewan berbisa karena memiliki sepasang kaki depan yang termodifikasi menjadi cakar beracun (forcipula) untuk melumpuhkan mangsanya. Kelabang bersifat karnivora, aktif pada malam hari (nokturnal), dan hidup di tempat lembap dan gelap seperti tanah, bawah batu, kayu lapuk, serta area rumah yang lembap. Gigitan kelabang dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, dan iritasi, meskipun umumnya tidak mematikan bagi manusia dewasa. Secara ekologi, kelabang berperan sebagai pengendali alami serangga, namun di lingkungan permukiman sering dianggap hama berbahaya karena racun dan perilakunya yang agresif saat terancam.


Daftar Isi


Biologi Kelabang (Lipan) – Chilopoda


1. Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Myriapoda
Kelas : Chilopoda


Ordo umum :
✔ Scolopendromorpha
✔ Geophilomorpha
✔ Lithobiomorpha
✔ Scutigeromorpha


2. Morfologi (Bentuk Tubuh)

a. Struktur Tubuh

▪️Tubuh pipih memanjang
▪️Terdiri dari kepala dan ruas-ruas badan 
▪️Memiliki 15–177 ruas tergantung spesies


b. Kaki

▪️Satu pasang kaki di setiap ruas tubuh
▪️Total kaki dapat mencapai 30–354 kaki
▪️Kaki pertama termodifikasi menjadi forcipula (cakar beracun)


c. Warna Tubuh

▪️Cokelat, kemerahan, kekuningan, hingga hijau gelap
▪️Warna berfungsi sebagai kamuflase dan peringatan


3. Sistem Tubuh

a. Sistem Pernapasan

▪️Menggunakan trakea
▪️Oksigen masuk melalui spirakel di sisi tubuh


b. Sistem Peredaran Darah

▪️Terbuka
▪️Jantung memanjang di bagian dorsal


c. Sistem Pencernaan

▪️Mulut → kerongkongan → usus → anus
▪️Mencerna makanan berupa jaringan lunak mangsa


d. Sistem Saraf

▪️Otak sederhana
▪️Tali saraf ventral
▪️Sangat sensitif terhadap getaran dan cahaya


4. Racun Kelabang

✔ Racun disuntikkan melalui forcipula
✔ Mengandung toksin neurotoksik dan sitotoksik

Efek pada manusia :

▪️Nyeri hebat
▪️Pembengkakan
▪️Kemerahan
▪️Demam ringan (kasus tertentu)

⚠️ Tidak mematikan, kecuali pada anak kecil atau individu alergi


5. Habitat & Persebaran

Habitat Alami = Tanah lembap, Bawah batu dan kayu, Serasah daun, Hutan dan kebun
Habitat Permukiman = Kamar mandi, Dapur, Gudang, Saluran air, Retakan dinding

Populasi meningkat saat musim hujan


6. Pola Hidup & Perilaku

✔ Nokturnal (aktif malam hari)
✔ Bersifat soliter
✔ Agresif saat terancam
✔ Bergerak cepat


7. Makanan 

Kelabang adalah karnivora, memangsa :

✔ Serangga
✔ Kecoa
✔ Semut
✔ Rayap
✔ Laba-laba
✔ Cacing
✔ Bahkan anak tikus dan kadal kecil


8. Reproduksi

Cara Berkembang Biak

✔ Ovipar (bertelur)
✔ Telur diletakkan di tanah lembap


Jumlah Telur

✔ 10–60 butir
✔ Induk melindungi telur hingga menetas


9. Siklus Hidup

1. Telur

2. Nimfa

3. Dewasa

Umur kelabang dapat mencapai 3–6 tahun


10. Peran Ekologis

✔ Mengendalikan populasi serangga

✔ Bagian penting rantai makanan

Namun di rumah, kelabang dianggap hama berbahaya


11. Faktor Pemicu Kelabang Masuk Rumah

✔ Kelembapan tinggi

✔ Genangan air

✔ Banyak serangga (sumber makanan)

✔ Retakan bangunan

✔ Drainase buruk


12. Pencegahan & Pengendalian

✔ Kurangi kelembapan

✔ Tutup celah & retakan

✔ Bersihkan area lembap

✔ Gunakan insektisida khusus lipan

✔ Gunakan jasa pest control profesional


Kesimpulan

Kelabang (lipan) adalah hewan arthropoda beracun yang aktif di lingkungan lembap, terutama pasca hujan. Walau memiliki peran ekologis, kehadirannya di rumah berisiko menimbulkan cedera akibat gigitan dan harus dikendalikan secara tepat.


DAFTAR ISI

 

Memuat…