Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biologi Kutu Beras - Hama Gudang

Kutu beras adalah serangga hama kecil yang biasa ditemukan pada beras, gandum, jagung, kacang-kacangan, dan bahan makanan kering lain. Dalam dunia entomologi, kutu beras dikenal sebagai weevil dan umumnya merujuk pada dua spesies :

1. Sitophilus oryzae (rice weevil / kutu beras)
2. Sitophilus zeamais (maize weevil / kutu jagung)

Daftar Isi

Apa itu Kutu Beras?

Kutu beras adalah serangga kecil berwarna cokelat gelap dengan bentuk tubuh lonjong dan memiliki moncong (rostrum) yang khas. Mereka merupakan hama gudang yang menyerang hasil panen dan bahan pangan selama penyimpanan.

Ciri-Ciri Kutu Beras

1. Ukuran tubuh 2–3 mm.
2. Warna cokelat gelap, kadang tampak kehitaman.
3. Memiliki moncong panjang seperti paruh.
4. Terdapat bintik/bulatan pada sayap elytra.
5. Dapat terbang, meski jarang terlihat terbang di rumah.

Habitat

Kutu beras hidup dan berkembang biak pada :

>> Beras
>> Jagung
>> Gandum
>> Biji-bijian kering
>> Produk serealia (tepung, pasta, makanan hewan)

Mereka biasanya ditemukan di gudang penyimpanan, dapur, toko sembako, dan tempat yang lembap serta tertutup.

Siklus Hidup

>> Telur – Betina membuat lubang kecil di butir beras lalu meletakkan telur di dalamnya.
>> Larva – Hidup dan makan di dalam bulir beras. Tidak terlihat dari luar.
>> Pupa – Masih berada di dalam beras.
>> Dewasa – Keluar dari bulir beras dengan meninggalkan lubang kecil.

Satu kutu betina dapat menghasilkan 150–300 telur.

Dampak Terhadap Pangan

1. Merusak kualitas beras dan biji-bijian.
2. Menurunkan nilai ekonomi bahan pangan.
3. Dapat menyebabkan beras cepat patah dan berdebu.
4. Infestasi berat menyebabkan bau tidak sedap dan perubahan rasa.

Apakah Kutu Beras Berbahaya bagi Manusia?

Tidak berbahaya dan tidak menggigit, tetapi tidak higienis untuk dikonsumsi. Keberadaannya menandakan bahwa bahan makanan sudah lama disimpan dan mutunya menurun.

Penutup 

Kutu beras merupakan hama gudang yang umum ditemukan pada bahan makanan kering seperti beras dan biji-bijian. Walaupun tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, keberadaannya menandakan penurunan kualitas pangan dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Dengan memahami ciri-ciri, siklus hidup, serta metode pengendalian yang tepat—baik untuk rumah tangga maupun skala gudang—infestasi kutu beras dapat dicegah dan dikendalikan secara aman serta efektif. Penyimpanan yang baik, sanitasi rutin, dan penggunaan metode alami adalah langkah utama untuk menjaga bahan pangan tetap bersih dan berkualitas.


PENTING
>>Cara Basmi Kutu Beras



DAFTAR ISI

 

Memuat…