Biologi Lembing - Hama Pertanian

1. Ciri-Ciri Kepinding Tanah / Lembing
Ciri umum kepinding tanah yang sering ditemukan di lahan pertanian
Morfologi
-
Ukuran kecil hingga sedang, 3–10 mm.
-
Tubuh pipih dan agak lonjong.
-
Warna umumnya cokelat gelap, hitam, atau keabu-abuan, menyesuaikan warna tanah.
-
Memiliki mulut tipe penusuk-pengisap, seperti jarum.
-
Sayap depan mengeras sebagian (hemelytra) seperti serangga Hemiptera lainnya.
-
Antena ramping, panjang 3–5 ruas.
-
Gerakannya cepat di permukaan tanah atau di bawah serasah.
Perilaku
-
Aktif terutama pada malam hari.
-
Sering bersembunyi di bawah batu, serasah daun, gulma, atau gumpalan tanah.
-
Beberapa jenis memangsa serangga kecil, namun banyak yang hama akar.
2. Habitat Kepinding Tanah
Kepinding tanah mudah ditemukan pada lingkungan seperti:
Habitat Utama
-
Tanah lembap, gembur, dan kaya bahan organik.
-
Sekitar perakaran tanaman (padi, sayuran, hortikultura).
-
Lahan sawah, ladang, kebun sayur, dan tegalan.
-
Area yang banyak serasah daun, kompos, atau mulsa.
-
Sering juga ditemukan di pinggir saluran irigasi, gulma, atau tempat teduh.
Faktor Lingkungan Pendukung
-
Kelembapan tinggi.
-
Banyaknya sisa-sisa tanaman.
-
Minimnya gangguan tanah (misalnya jarang dicangkul), karena mereka hidup pada lapisan atas tanah ≤10 cm.
3. Siklus Hidup Kepinding Tanah
Siklus hidupnya termasuk metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola):
1. Telur
-
Diletakkan di tanah lembap atau di sekitar akar tanaman.
-
Menetas dalam 5–10 hari, tergantung kondisi.
2. Nimfa
-
Mirip seperti dewasa, namun lebih kecil dan belum bersayap.
-
Nimfa menjalani 4–5 instar.
-
Tahap paling merusak karena nimfa aktif menusuk akar tanaman.
3. Dewasa
-
Hidup 2–3 bulan.
-
Mencari makan di tanah atau permukaan tanah.
-
Serangga dewasa juga masih bisa merusak akar atau pangkal batang.
Total satu siklus hidup rata-rata 30–45 hari, dapat lebih cepat pada kondisi hangat-lembap.
4. Dampak Kepinding Tanah Terhadap Pertanian
Beberapa spesies kepinding tanah dapat menjadi hama serius, terutama pada tanaman muda.
Kerusakan yang Ditimbulkan
-
Menusuk dan mengisap cairan akar muda, tunas akar, atau pangkal batang.
-
Menghambat pertumbuhan tanaman, menyebabkan:
-
Tanaman menguning
-
Pertumbuhan terhambat
-
Tanaman layu walau tanah basah
-
Akar terlihat bercak kehitaman akibat tusukan
-
-
Tanaman muda bisa mati bila serangan berat.
Tanaman yang Rentan
-
Padi (fase awal persemaian)
-
Jagung
-
Kacang-kacangan
-
Sayuran (kubis, cabai, tomat, mentimun)
-
Tanaman hortikultura lain
Kerugian Ekonomi
-
Pertumbuhan bibit terganggu → gagal panen bertahap.
-
Populasi tinggi dapat menurunkan hasil hingga 20–40% pada beberapa jenis budidaya skala kecil.
5. Metode Pengendalian Kepinding Tanah untuk Petani
A. Pengendalian Secara Budidaya (Cultural Control)
1. Pengolahan tanah yang rutin
-
Cangkul atau bajak tanah untuk menghancurkan sarang dan mengurangi tempat persembunyian.
-
Membalik tanah membantu mematikan nimfa dan telur yang terperangkap.
2. Penyiangan gulma
-
Gulma menjadi tempat lembap bagi kepinding tanah berkembang.
-
Bersihkan gulma terutama di sekitar pangkal tanaman.
3. Pengaturan irigasi
-
Kepinding tanah senang tempat lembap tetapi tidak tergenang.
-
Atur pola penyiraman yang tepat (tidak terlalu basah).
4. Sanitasi kebun
-
Buang sisa-sisa tanaman, serasah, atau kompos yang terlalu menumpuk.
-
Lahan yang bersih menekan hama turun hingga 30–40%.
B. Pengendalian Secara Mekanis dan Fisik
1. Perangkap Jerami Basah
-
Letakkan tumpukan jerami basah pada sore hari.
-
Kepinding tanah akan berkumpul di bawahnya.
-
Pagi hari angkat jerami dan bunuh hama yang berkumpul.
2. Perangkap papan atau daun pisang
-
Tempatkan papan/lempengan kayu di tanah.
-
Hama bersembunyi di bawah pada malam hari.
-
Kumpulkan dan musnahkan pagi hari.
3. Penggenangan sementara (untuk sawah)
-
Genangi sawah 1–2 hari untuk memaksa kepinding naik ke permukaan.
C. Pengendalian Secara Biologis
1. Musuh alami
-
Burung tanah, laba-laba, kumbang predator (Carabidae tertentu), dan semut adalah pemangsa alaminya.
-
Pelihara keberadaan musuh alami dengan:
-
Tidak menyemprot pestisida berlebihan
-
Menjaga area dengan tanaman bunga atau tanaman refugia
-
2. Aplikasi jamur entomopatogen
-
Seperti Beauveria bassiana atau Metarhizium anisopliae.
-
Aman untuk lingkungan dan efektif menurunkan populasi nimfa.
D. Pengendalian Kimia (Jika Serangan Berat)
Gunakan hanya bila cara lain tidak cukup.
Bahan aktif yang umum digunakan :
-
Carbofuran (granul) – sangat efektif pada tanah, tetapi perlu hati-hati karena toksisitas tinggi.
-
Fipronil (granul/cair)
-
Imidakloprid (benih & tanah)
-
Klorpirifos (soil drench)
Cara aman penggunaan :
-
Terapkan hanya pada pangkal tanaman atau sekitar perakaran.
-
Gunakan APD lengkap (masker, sarung tangan, sepatu boot).
-
Hindari penyemprotan luas, fokus pada titik sarang.
6. Penutup
Kepinding tanah atau lembing merupakan hama yang sering luput dari perhatian karena hidup di dalam tanah dan merusak akar tanaman secara perlahan. Melalui pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri, habitat, serta siklus hidupnya, petani dapat melakukan tindakan pengendalian yang lebih efektif. Pengolahan lahan yang tepat, sanitasi, pemanfaatan musuh alami, hingga penerapan pestisida secara bijak dapat menekan populasi hama ini secara signifikan. Dengan pengelolaan terpadu, tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan hasil pertanian tetap optimal.